Pesan, Kritik dan Saran Anda sangat kami harapkan, Thanks


 www.kiwee.com

Simbol or Logo SMAN 2 Bojonegoro 2011

TV ONLINE

Mengintip Inovasi Broadband TIK


Jakarta - Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah berkembang sangat pesat. Penerapannya sudah merasuk ke berbagai kehidupan, baik kehidupan pemerintahan (e-Government), pendidikan (e-education), komersial (e-commerce), bahkan sampai ke dalam kehidupan rumah tangga.

Walau masih belum optimal seperti yang diharapkan, namun keberadaannya telah membuat banyak perubahan. Tanpa disadari perubahan tersebut telah memberikan hasil produktivitas yang baik tetapi juga membuat masyarakat resah dengan informasi yang kontra produktif.

Inovasi pada hakikatnya adalah suatu karya yang memberikan suatu kebaruan dalam bentuk produk, jasa atau sistem yang memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat.

Penghasil TIK yang terdiri dari peneliti, akademisi dan industri tentu berharap karyanya bisa mempunyai arti dalam kehidupan dan memenuhi kebutuhan manusia.

Kebutuhan (market driven) informasi di antaranya adalah: pertama, pengiriman informasi yang lebih cepat sampai ke tujuan (faster). Kedua, kapasitas penyimpanan informasi bisa berlipat ganda (larger) dengan piranti yang kecil (smaller). Ketiga, informasi bisa dikirim dan diakses di mana saja dan kapan saja (ubiquitous/mobile). Keempat, informasi yang dikirim menghasilkan pengetahuan yang cerdas (smarter).

Hasil penelitian yang dihasilkan oleh berbagai peneliti baik yang dipublikasikan dalam karya ilmiah maupun tidak, telah dikembangkan menjadi produk oleh industri, seperti karya jaringan, terminal, maupun akses pita lebar (broadband innovation).


Inovasi produk tersebut di antaranya adalah jaringan tulang punggung serat optik, jaringan akses 3G maupun 4G seperti Wimax dan LTE. Sementara itu di teknologi terminal, telah lahir teknologi konvergensi, seperti iPhone, BlackBerry, Nokia, iPad dan lainnya yang bisa melakukan komputasi, telekomunikasi maupun menonton TV dalam satu terminal.

Para peneliti maupun industriawan baik manufaktur maupun operator tentu terus bergerak sesuai dengan kepentingannya. Persaingan menjadi timbul pada saat menerapkan teknologi tersebut kepada masyarakat luas. Berebut pengaruh, termasuk kue bisnis yang ingin dikuasai.

Selain komunitas peneliti, pengembang dan industri, ada satu komunitas lagi yaitu komunitas pengguna. Komunitas pengguna bisa dibagi dalam berbagai segmen, seperti perusahaan, pemerintahan, orang tua, remaja dan anak-anak.

Masing-masing segmen bisa sangat berbeda kebutuhannya, termasuk pengaruh yang disebabkan karena informasi, baik yang bersifat pendidikan maupun informasi yang memuat pornografi, penghinaan dan kekerasan.

Banyak contoh kasus akhir-akhir ini baik yang sifatnya positif maupun negatif, mulai transaksi perdagangan yang semakin mudah dan murah sampai kasus video mirip Ariel, Cut Tari.

Khusus kasus yang sifatnya negatif begitu cepat informasi itu merambat, yang memang karena sifatnya inovasi broadband meluas dan cepat. Kasus negatif ini bisa menjalar ke lebih 100 juta penduduk hanya dalam waktu kurang dari satu minggu. Inilah yang dikawatirkan oleh sebagian besar masyarakat, karena dianggap mempengaruhi tata hidup atau yang lebih dikenal peradaban manusia ke depan.

Inovasi Broadband


Berbicara tata hidup atau tata kelola, maka ada dua komponen penting yang bisa mempunyai peran, yaitu pemerintah (structural) dan masyarakat itu sendiri (cultural). Pemerintah yang mempunyai mandat dari rakyat bisa mengatur (govern) melalui undang-undang dapat melakukan pengaturan sesuai dengan kewenangannya.

Sementara masyarakat bisa melakukan inisiasi pengorganisasian diri (self organize) untuk membangun komunitas yang lebih baik. Inilah suatu tantangan keseimbangan yang penting dari peran pemerintah dan masyarakat dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik.

Inovasi TIK bisa menghasilkan nilai kemajuan positif baik ditinjau dalam ekonomi maupun sosial jika pengaturannya tepat sasaran. Kapan pemerintah melakukan inisiatif, kapan masyarakat melakukan pengontrolan, atau malah fungsi pemerintah memberikan insentif terhadap komunitas/masyarakat.

Contoh sederhana adalah dalam hal mengatur inovasi broadband konten, sejauh mana peran pemereintah, operator, ISP dan masyarakat itu sendiri, sehingga terjadi pembangunan sosial yang lebih baik.

Selanjutnya inovasi penggelaran jaringan broadband apakah Wimax 16 e, LTE, atau saling melengkapi, bagaimana kandungan lokal yang perlu diatur, bagaimana insentif pengembangan industri. Juga bagaimana mengatur frekuensi termasuk biaya penggunaannya agar biaya murah dan ekonomi masyarakat tumbuh.

Nilai ekonomi secara langsung yang bisa dihasilkan oleh inovasi broadband TIK dalam 10 tahun ke depan diperkirakan lebih dari Rp 500 triliun. Belum lagi efek produktivitas dan efektivitas nasional yang bisa dibangun yang juga merupakan esensi dari penerapan TIK.

Kalau dulu ada pendapat pembangunan satu satuan sambungan telepon per seratus penduduk bisa meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi nasional dua hingga tiga persen. Ada berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa pembangunan pita lebar sebagai basis pengetahuan akan meningkatkan produktivitas lebih dari dua digit, seperti di Korea dan China.

Pendek kata, dalam memanfaatkan Inovasi Broadband, pengaturan baik dari sisi pemerintah dan komunitas perlu diperhatikan dengan baik. Hanya saja kadang dan sering terjadi adalah kepentingan komunitas terlalu banyak, maka 'leadership' pemerintahan menjadi lebih diperlukan.

Demikianlah, suatu generasi baru yang kita sebut sebagai C Generation, yaitu generasi yang akan saling connected, melalui media convergen akan bisa melakukan kolaborasi untuk mengahasilkan creative content telah datang. Pengembangan contextual perlu dilakukan secara arif oleh segenap elemen masyarakat, pemerintah dan industri.


*) Penulis, Suhono Harso Supangkat adalah Guru Besar Teknologi Informasi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB.

( ash / ash )

sumber : www.detik.com

9 Cara Berinternet Sehat


  1. Ingatlah, meskipun kejujuran adalah segalanya, tidak semua orang di Internet melakukan hal tersebut. Jadi, ketika kamu sedang menggunakan Internet atau chatting, berhati-hatilah. Kamu tidak akan pernah tahu ketika ada orang yang mengaku a/s/l (age/sex/location) – nya adalah “19/f/jkt” (baca: umur 19 tahun, female/perempuan, berlokasi di Jakarta) dan bersekolah atau berkuliah di suatu tempat, sebenarnya adalah “40/m/anywhere” dan pengangguran, alias sama sekali bukan orang yang kita bayangkan atau kita imajinasikan.
  2. Janganlah mudah terpengaruh dengan data-data pribadi orang lain di Internet yang menarik perhatianmu. Di Internet banyak sekali orang iseng yang berpura-pura menjadi orang lain, entah menjadi lebih muda/tua ataupun mengaku perempuan/lelaki hanya untuk bercanda dan menjahili orang lain, hingga untuk menjebak atau membuat malu orang lain. Waspadalah dengan siapapun yang ingin tahu terlalu banyak.
  3. Tidak ada satupun aturan di dunia yang mengharuskan kamu untuk bercerita jujur tentang jati diri kamu kepada orang lain di Internet. Simpanlah baik-baik informasi tentang nama kamu, usia, alamat rumah, alamat sekolah dan nomor telepon. Jangan pedulikan permintaan dari orang yang baru kamu kenal di Internet. Percayakan pada insting kamu, jika seseorang membuat kamu tidak nyaman, tinggalkan saja.
  4. Curahkan perasaanmu pada sahabatmu. Jika kamu berencana bertemu dengan seseorang yang kamu kenal di Internet, ajaklah sahabatmu atau orang yang kamu percaya untuk menemanimu. Mintalah juga agar orang yang akan kamu temui tersebut untuk mengajak temannya. Mungkin ini kedengarannya aneh, tetapi ini sesungguhnya adalah cara yang jitu untuk keamananmu.
  5. Pastikan agar sahabatmu di dunia nyata mengetahui apa yang tengah kamu pikirkan atau lakukan. Bahkan jika kamu ada masalah, baik terhadap keluarga, sekolah maupun pacar, ceritakanlah pada sahabat atau orang yang kamu percaya di kehidupan nyata, bukan yang hanya kamu kenal di Internet. Bercerita kepada sahabatmu di kehidupan nyata jauh lebih baik dan lebih terpercaya daripada seseorang asing yang kamu kenal di sebuah chat room.
  6. Jika kamu menerima kiriman e-mail, file ataupun gambar-gambar yang isinya mencurigakan dari seseorang yang kamu tidak kenal dan kamu tidak percaya, langsung hapus saja kiriman-kiriman tersebut. Perlakukan kiriman tersebut seperti layaknya sebuah e-mail sampah. Kamu bisa mendapatkan rugi yang besar hanya gara-gara mempercayai seseorang yang sama sekali belum pernah kamu temui atau kenali.
  7. Hal tersebut juga berlaku pada link atau URL yang tampak mencurigakan. Janganlah kamu meng-klik apapun yang tidak kamu yakini sumbernya dan keamanannya, walaupun dengan alasan sekedar ingin mencari jawab atas rasa keingin-tahuanmu.
  8. Jauhi chat room atau mailing-list yang isinya provokatif ataupun berisi hal-hal negatif lainnya. Jangan mudah terperdaya rayuan-rayuan seseorang di Internet yang mencoba mempengaruhi kamu agar menjadikannya seorang teman sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Jangan pula mudah terpancing dengan provokasi seseorang yang memanas-manasi kamu untuk bertengkar di Internet. Jika kamu mencoba-coba mencari masalah di Internet, kamu akan mendapatkannya, dan segala sesuatunya akan lepas kendali secara cepat. Kerugianlah yang akhirnya akan kamu dapatkan.

4 Cara Mengatasi Ketergantungan Internet pada Anak


Kebiasaan anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer, mau tak mau akan menyita masa kanak-kanaknya dan waktu bermainnya di dunia nyata. Sebenarnya, kecanduan internet pada anak bisa dikenali melalui beberapa ciri berikut ini.

Anak yang kecanduan internet akan lebih memilih menghabiskan waktunya untuk online daripada bersama teman atau keluarga. Mereka juga seringkali melanggar batasan waktu yang telah ditetapkan untuk penggunaan berinternet dan rela mengorbankan waktu tidur demi bisa berinternet. Pelanggaran ini biasanya akan mereka tutupi dengan berbohong ataupun mencuri-curi waktu.

Kecanduan internet pada anak juga akan terlihat dengan adanya bentuk hubungan baru yang mereka jalin dengan orang yang mereka temui secara online. Anak-anak ini tidak tahan untuk berjauhan dengan komputer. Ketertarikan mereka untuk melakukan aktivitas di dunia nyata yang sebelumnya mereka sukai juga akan hilang. Akhirnya mereka akan menjadi anak yang mudah tertekan, pemarah, dan murung ketika tidak bisa mengakses internet.

Sama halnya dengan ketergantungan obat dan minuman keras, internet menawarkan seseorang tempat pelarian dari perasaan sedih atau situasi yang mengganggu. Anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian atau memiliki kehidupan sosial yang buruk, beresiko lebih besar menyalurkan kebiasaan berinternet yang berlebihan.

Semua itu dilakukan karena mereka merasa ’sendiri’, terasing, dan sulit mendapatkan teman baru. Walhasil mereka berpaling kepada orang asing yang tidak dikenal melalui ruang chat online untuk mencari perhatian dan pertemanan yang tak mereka temukan di kehidupan nyata. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi dan membantu anak-anak terlepas dari kecanduan internet.

1. Cari tahu masalahnya
Jangan meremehkan masalah yang ada. Adalah penting bagi orangtua untuk menyamakan persepsi sebelum melakukan pendekatan dengan anak dan mendiskusikan masalah bersama-sama. Jangan sampai anak menjadi skeptis terhadap orang tua karena orangtuanya berbeda pandangan.

Lalu siapkan diri menghadapi reaksi emosional dari sang anak. Seorang anak yang kecanduan internet akan merasa terancam saat waktu berinternetnya dibatasi. Sehingga setiap orangtua harus siap dengan letupan emosi yang mungkin akan membuat mereka merasa bersalah. Sebaiknya jangan merespon emosi anak atau apalagi sampai ikut terpancing emosi. Cobalah menyelami perasaan sang anak tetapi tetap fokus pada masalah penggunaan internet anak yang berlebihan.

2. Tunjukkan perhatian & kepedulian
Tunjukkan kalau Anda mencintainya dan peduli pada kebahagiaan mereka. Anak-anak seringkali mengartikan pertanyaan tentang kebiasaan yang mereka lakukan sebagai suatu kritik. Kita harus memastikan bahwa kita tidak menyalahkan mereka. Akan lebih bijak jika mengatakan bahwa kita melihat beberapa perubahan pada kebiasaan mereka seperti: mudah lelah, berkurangnya minat terhadap hobi yang biasanya dilakukan, menarik diri dari lingkungan sosial dan sebagainya. Buatlah kesepakatan jadwal waktu berinternet.

Ingatkan mereka memantau kebiasaan berinternet lebih sulit dibanding memantau mereka saat menonton televisi. Karena itu butuh kerjasama anak dan orangtua. Beri keleluasaan pada anak untuk mengatur sendiri waktu berinternet selama beberapa minggu untuk membangun kepercayaan antara Anda dengan anak.

3. Bekali diri dengan pengetahuan internet & komputer
Anda sebagai orangtua harus meng-update diri dengan pengetahuan internet dan komputer, termasuk cara-caranya. Cek history folder dan internet log, pelajari software monitoring, dan cara menginstal dan mengoperasikan software filtering. Dengan berbekal pengetahuan, setidaknya Anda tahu apa topik yang disukai anak di internet, apa yang dilakukan anak selama online dan situs apa saja yang sering mereka buka.

4. Buat aturan yang masuk akal
Kebanyakan orang tua akan marah ketika melihat anaknya ketergantungan internet. Kalau sudah begini, orangtua biasanya akan menyingkirkan komputer sebagai bentuk hukuman. Sebagian lagi akan memaksa anak untuk berhenti memakai internet. Ketahuilah bahwa cara-cara tersebut tidak akan membuat anak kapok, namun justru menganggap Anda sebagai musuh. Selain itu psikologis anak akan menjadi terganggu seperti mudah marah dan gelisah.

Sebaliknya, bekerjasamalah dengan anak Anda dengan membuat aturan dan batasan yang jelas tentang penggunaan internet. Misalnya, boleh berinternet selama satu jam setiap malam setelah mengerjakan pekerjaan rumah (PR), memberi tambahan waktu berinternet di akhir pekan. Tetap tegas pada aturan yang sudah dibuat dan tempatkan komputer di ruang terbuka sehingga memudahkan Anda mengontrol mereka.

Sumber: ikeepsafe

[dew / Tim Internet Sehat / tagtips]

9 Kiat Menghindari Penculikan Lewat Facebook

Media kembali ramai memberitakan seorang remaja putri di Bandung, bernama Devie Permatasari, yang hilang karena dibawa lari oleh teman pria yang baru dikenalnya melalui situs jejaring sosial Facebook bernama Reno Tofik alias Taufik Hidayat. Devie baru berumur 13 tahun (batas usia minimal seseorang boleh memiliki akun Facebook), sedangkan Taufik yang mengaku masih kelas 1 SMA di sebuah SMA Negeri ternama di Kota Bandung, ternyata sudah berumur 21 tahun.

Sekali lagi, teknologi informasi digunakan oleh tangan-tangan jahat untuk melakukan aksinya. Sebenarnya siapa yang salah? Apakah kita dapat menyalahkan teknologinya, dalam hal ini Facebook? Atau si anak yang menjadi korban? Atau si pelaku? Atau malah orang tuanya?

Jangan saling menyalahkan. Teknologi internet sudah merupakan bagian dari hidup anak-anak yang terlahir dan besar di dunia digital seperti sekarang ini. Kita tidak bisa membendung pemanfaatan teknologi ini, bahkan harus dapat mendorong pemanfaatannya sehingga sang anak dapat mengeksplorasi dengan bebas tetapi tetap bertanggung jawab.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan oleh kita sebagai orang tua untuk menghindari dampak negatif penggunaan internet di kalangan anak dan remaja? Berikut tips-tips untuk orang tua agar anak dapat berinternet dengan sehat:

1. Belajarlah menggunakan teknologi, jangan menjadi orang tua gaptek.
Banyak orang tua yang merasa internet itu sulit dan bukan zamannya mereka lagi. Hal ini jelas salah karena internet merupakan teknologi yang dapat digunakan oleh siapa saja. Dengan ikut menggunakannya, orang tua dapat turut merasakan bahaya dan dampak negatif yang muncul dari internet sehingga dapat memperingati anaknya lebih awal

2. Ajari anak untuk tidak mengumbar data pribadi di internet.
Situs jejaring sosial, seperti Facebook, ‘mengundang’ anak untuk mengumbar data pribadinya secara online agar dianggap ‘exist’. Sehingga selain mengunggah poto-potonya, banyak juga yang memajang data-data yang bersifat pribadi seperti sekolah, alamat rumah, nomor telepon rumah bahkan nomor handphone yang dibiarkan menjadi konsumsi publik.

3. Gunakan software internet filter di rumah.
Untuk komputer yang terhubung dengan internet di rumah, lebih baik jika dilengkapi dengan peranti lunak internet filter. Aplikasi ini dapat menyaring situs-situs yang mengandung konten negatif (melalui alamat URL atau kata kunci), mengatur waktu penggunaan internet, membuat report alamat situs yang dibuka dan sebagainya.

4. Ketahui bahaya yang mungkin terjadi dari situs yang sering dibuka anak.
Mencegah lebih baik daripada menyembuhkan. Selain beragam manfaat positif yang bisa didapatkan dari jejaring sosial, situs ini juga dapat menempatkan anak kita ke dalam bahaya seperti kasus yang disebutkan di awal tulisan ini. Orang tua dapat mengedukasi anak tentang bahaya yang dapat muncul dari situs jejaring sosial, seperti pencurian data, perkenalan dengan orang baru yang bisa jadi bermaksud jahat, cyber bullying dan sebagainya

5. Ajari anak anda apa yang harus dilakukan jika menemukan hal yang berbau pornografi di komputer rumah atau publik (sekolah atau warnet).
Jika anak terpapar situs yang memuat konten pornografi, minta anak untuk segera mematikan layar monitornya dan memberitahukan orang dewasa (orang tua, kakak atau petugas lab komputer atau warnet) untuk dapat menutupnya. Usaha untuk menutup situs tersebut oleh sang anak dengan meng-klik button yang tersedia dapat berakibat meningkatnya serangan dengan banyaknya halaman situs porno yang terbuka

6. Batasi waktu ber-internet anak anda.
Banyak aktivitas lain yang harus dilakukan oleh anak selain ber-internet. Batasi waktu untuk menggunakan internet dan ajak untuk melakukan aktivitas lainnya untuk membantu tumbuh-kembang anak baik secara fisik maupun psikis.

7. Buat panduan berinternet untuk anak.
Buat aturan berinternet bagi sang anak yang harus dipatuhi termasuk konsekuensinya apabila aturan tersebut dilanggar. Jika orang tua dapat dengan konsisten menegakkan aturan tersebut maka sang anak akan terbiasa untuk mengikuti aturan tersebut.

8. Simpan komputer di ruang keluarga.
Dengan menempatkan komputer di ruangan bersama yang terbuka maka kita dapat turut memantau aktivitas internet sang anak dan dapat memperingati jika tampak hal-hal yang mencurigakan.

9. Dan yang terpenting, bangun hubungan yang baik dengan anak anda melalui komunikasi yang terbuka.
Komunikasi yang terbuka dan rasa saling percaya merupakan kunci perlindungan yang paling utama. Orang tua harus dapat menjadi sahabat terdekat dari anak. Anak juga harus dapat mengetahui apa yang diharapkan dari dirinya dan keselamatan sang anak menjadi priroritas utama. Sehingga jika mereka merasa ada sesuatu terjadi (seperti jika ada yang mengajak kenalan, melakukan cyber bully, mendapat email yang tidak pantas dan lain-lain) mereka akan secara terbuka mengungkapkannya pada orang tua sebagai ‘pelindung’ pertama.

Sumber: netnanny.com

Penulis: Indriyatno Banyumurti
Editor: [dew / Tim Internet Sehat / tagtips]


Halal Bi Halal SMAdaBO

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H /
September 2010 M

Keluarga Besar SMA Negeri 2 Bojonegoro
mengucapkan :
Minal Aidin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan Batin